Minggu, 05 Mei 2013

TUGAS PSIKOLOGI SOSIAL TENTANG : KEADAAN SOSIAL KELOMPOK SOSIAL


TUGAS PSIKOLOGI SOSIAL

TENTANG :
KEADAAN SOSIAL KELOMPOK SOSIAL


OLEH :
Arif Rohman
NIRM : 04.5.11.0003






LOGOSTPP transparan.png
 




PROGRAM STUDI PENYULUHAN PERKEBUNAN
JURUSAN PENYULUHAN PERTANIAN
SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN BOGOR
2012












KELOMPOK-KELOMPOK SOSIAL
Pengertian Manusia Sebagai Makhluk yang Hidup Berkelompok.
Sudah kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk berkelompok. Sebagai makhluk sosial dalam hubungannya manusia selalu hidup bersama dengan manusia yang lainnya. Tanpa bantuan dengan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain juga, manusia bisa berkomunikasi dan berbicara. Maka oleh karena itu manusia dikatakan sebagai Makhluk sosial atau makhluk yang hidup berkelompok, karena pada diri manusia terdapat dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi).
Macam-macam Kelompok Sosial.
Menurut Robert Bierstedt, kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt kemudian membagi kelompok menjadi empat macam:
  • Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan.
  • Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompok yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.
  • Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terukat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok pertemuan, kerabat.
  • Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal. Contoh: Negara, sekolah.
Kelompok-kelompok Sosial yang Tidak Teratur
  1. Kerumunan (crowd) → terjadi karena banyaknya berbagai macam aktivitas manusia yang dapat menimbulkan daya tarik suatu massa yang selanjutnya berkumpul pada suatu tempat tertentu.
Contoh:
        · Kecelakaan lalu lintas, nonton bioskop.
        · Walaupun mereka berkumpul di suatu tempat secara kebetulan, tetapi kesadaran adanya orang lain membuktikan adanya ikatan sosial.
       · Ciri-ciri kerumunan : berkumpulnya individu-induvidu secara fisik dan bersifat sementara.
  1. Publik → khalayak umum atau khalayak ramai.
       · Publik bukan kelompok yang utuh atau merupakan kesatuan.
       · Interaksi dilakukan secara tidak langsung, yaitu melalui media komunikasi. Contoh : surat  kabar.
       · Setiap individu lenih mengutamakan kepentingan pribadinya.

Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial, memiliki naluri untuk hidup dengan orang lain. Naluri manusia untuk selalu hidup dengan orang lain disebut gregariousness sehingga manusia disebut juga social animal (=hewan sosial). Karena sejak dilahirkan manusia sudah mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok, yaitu :
a. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya (yaitu masyarakat)
b. Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya.
II. Macam-Macam Kelompok Sosial
Macam-macam kelompok sosial dapat dibedakan menjadi 3 kelompok besar yaitu
a. Berdasarkan kesatuan-kesatuan wilayah
Kelompok sosial berdasarkan kesatuan wilayah mempunyai kriteria utama bahkan masing-masing mempunyai kepentingan yang sama dan bertempat tinggal pada suatu wilayah tertentu. Kelompok sosial yang bersifat umurn adalah masyarakat dan yang bersifat khusus adalah suku, bangsa, daerah, kota, desa, rukun tetangga.
b. kesatuan-kesatuan berdasarkan kepentingan sama tanpa organisasi yang tetap
Kelompok-kelompok sosial berdasarkan atas kepentingan yang sama, tetapi tanpa organisasi yang tetap. Kriteria utarna (1) adalah adanya sikap yang sama di antara anggota-anggota kelompok dan (2) organisasi sosial tidak tetap. Kelompok sosial ini dibedakan menjadi tiga tipe yaitu:
a) Kelas dengan tipe yang bersifat khusus yaitu kasta, elite, kelas dasar persaingan, kelas atas dasar kerja sarna. Di samping mempunyai kriteria utama tersebut di atas mempunyai kriteria tambahan yaitu (1) adanya kernampuan untuk pindah dari satu kelompok ke kelompok lain dan (2) ada perbedaan dalam kedudukan prestise, kesempatan dan tingkat ekonomi.
b) Kelompok etnis dan ras dengan tipe khusus kelompok-kelompok atas dasar perbedaan warna kulit, kelompok-kelompok emigran dan kelompok nasional. Kriteria tambahan untuk type khusus ini adalah daerah asal kelompok, golongan, luas wilayah tempat tinggal dan ciri-ciri badaniah seperti rambut, kulit, mata dan seagamanya.
c) Kelompok sosial kerumusan dengan tipe khusus kerurnusan dengan kepentingan yang sarna dan kepentingan urn urn. Kriteria tambahan khusus adalah kepentingan-kepentingan dari para anggota bersifat sernentara dan sifat kelompoknya juga sementara.
c. Kesatuan-kesatuan atas dasar kepentingan yang sama dengan organisasi yang tetap Kelompok-kelompok sosial berdasarkan kesatuan-kesatuan atas dasar kepentingan yang sama dengan organisasi yang tetap. Kelompok sosial ini disebut juga kelpmpok sosial asosiasi (association). Kriteria utama kelompok sosial asosiasi adalah adanya kepentingan-kepentingan terbatas dari kelompok sosial ini dan organisasi sosialnya tertentu.
Kelompok sosial asosiasi ini dibagi dua kelompok asosiasi yang besar dan kelompok asosiasi yang kecil. Kelompok pertama sebagai kelompok sosial asosiasi besar mempunyai kriteria tambahan sebagai berikut
a) jumlah anggota secara relatif terbatas,
b) mempunyai organisasi formal,
c) mempunyai hubungan-hubungan penting yang tidak pribadi,
d) ada jenis kepentingan yang dikejar.
Tipe khusus dari kelompok sosial asosiasi ini adalah negara, gereja, perkumpulan atas dasar ekonomi, persatuan buruh dan sebagainya.
Kedua kelompok sosial asosiasi yang kecil dalam tipe umum kelompok utama atau (primary group) . Kelompok sosial ini mempunyai ciri khusus, yaitu :
a) jumlah anggotanya terbatas,
b) organisasi formal,
c) menganggap penting hubungan-hubungan yang tidak pribadi,
d) ada jenis kepentingan yang dikejar.
Tipe-tipe khusus kelompok sosial ini adalah keluarga, kelompok bermain, klik, (clique), club (perkumpulan pemuda) dan sebagainya.
III. Kelompok-Kelompok Sosial Yang Tidak Teratur
Bermacam-macam kelompok sosial yang tidak teratur, dapat dimasukkan ke dalam dua golongan besar yaitu :
a. Kerumunan (crowd)
Adalah individu-individu yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat, pada waktu yang bersamaan.
Bentuk-bentuk kerumunan, yaitu sebagai berikut :
a) Kerumunan yang berartikulasi dengan struktur sosial
1) Formal audiences (pendengar yang formal)
Kerumunan-kerumunan yang mempunyai pusat perhatian dan persamaan tujuan, tetapi sifatnya pasif. Contoh : penonton film, orang-orang yang menghadiri khotbah keagamaan.
2) Planned expenssive group (kelompok ekspensif yang telah direncanakan)
Kerumunan yang pusat perhatiannya tak begitu penting, tetapi mempunyai persamaan tujuan yang tersimpul dalam aktivitas kerumunan tersebut serta kepuasan yang dihasilkannya. Contoh : orang yang berpesta, berdansa, dan sebagainya.
b) Kerumunan bersifat sementara
1) Inconvenient aggregations (kumpulan yang kurang menyenangkan)
Contoh : orang-orang yang antri karcis, orang-orang yang menunggu bis, dsb. Dalam kerumunan itu kehadiran orang-orang lain merupakan halangan terhadap tercapainya maksud seseorang.
2) Panic crowds (kumpulan orang-orang yang sedang dalam keadaan panik)
Orang-orang yang bersama-sama berusaha menyelamatkan diri dari suatu bahaya.
3) Spectator crowds (kerumunan penonton)
Terjadi karena ingin melihat suatu kejadian tertentu. Kerumunan semacam ini hampir sama dengan khalayak penonton, tetapi bedanya adalah bahwa kerumunan penonton tidak direncanakan, sedangkan kegiatan-kegiatan juga pada umumnya tak terkendalikan.
c) Kerumunan yang berlawanan dengan norma-norma hokum (lawless crowds)
1) Acting mobs (kerumunan yang bertindak emosional)
Bertujuan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan menggunakan kekuatan fisik yang brlawanan dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
2) Immoral crowds (kerumunan yang bersifat immoral)
Hampir sama dengan kelompok ekspresif. Bedanya adalah kerumunan yang bersifat immoral bertentangan dengan norma-norma masyarakat. Contoh : orang-orang mabuk.
b. Publik
Berbeda dengan kerumunan, publik lebih merupakan kelompok yang tidak merupakan kesatuan. Interaksi terjadi secara tidak langsung melalui alat-alat komunikasi seperti misalnya pembicaraan pribadi yang berantai, desas-desus, surat kabar, radio, televisi, film, dsb. Setiap aksi publik diprakarsai oleh keinginan individual(mis.pemungutan suara dalam pemilihan umum), dan ternyata individu-individu dalam suatu publik masih mempunyai kesadaran akan kedudukan sosial yang sesungguhnya dan juga masih lebih mementingkan kepentingan-kepentingan pribadi daripada mereka yang tergabung dalam kerumunan. Dengan demikian, tingkah laku pribadi kelakuakn publik didasarkan pada tingkah laku atau perilaku individu.
IV. Masyarakat Desa Dan Masyarakat Kota
Community adalah masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah (geografis) dengan batas-batas tertentu, dimana faktor utama yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar diantara anggota, dibandingkan dengan interaksi dengan penduduk di luar batas wilayahnya.
Empat criteria untuk klasifikasi masyarakat, yaitu :
a. Jumlah penduduk
b. Luas, kekayaan, dan kepadatan penduduk daerah pedalaman
c. Fungsi-fungsi khusus dari masyarakat setempat terhadap seluruh masyarakat
d. Organisasi masyarakat setempat yang bersangkutan.
Perbedaan masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan
Masyarakat Pedesaan
Masyarakat Perkotaan
Warga memiliki hubungan yang lebih erat
Jumlsh prnduduknya tidak tentu
Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar kekeluargaan
Bersifat indifidualistis
Umumnya hidup dari pertanian
Pekerjaan lebih bervariasi, lebih tegas batasannya dan lebih sulit mencari pekerjaan
Golongan orang tua memegang peranan penting
Perubahan sosial terjadi secara tepat, menimbulkan konflik antara golongan muda dengan golongan orang tua
Dari sudut pemerintahan, hubungan antara penguasa dan rakyat bersifat informal
Interaksi lebih disebabkan faktor kepentingan daripada faktor pribadi
Perhatian masyarakat lebih pada keperluan utama kehidupan
Perhatian lebih pada penggunaan kebutuhan hidup yang dikaitkan dengan masalah prestise
Kehidupan keagamaan lebih kental
Kehidupan keagamaan lebih longgar
Banyak berurbanisasi ke kota karena ada faktor yang menarik dari kota.
Banyak migran yang berasal dari daerah dn berakibat negatif di kota, yaitu pengangguran, naiknya kriminalitas, persoalan rumah dan lain-lain.
TIPE-TIPE KELOMPOK SOSIAL
1. Klasifikasi Tipe-tipe Kelompok Sosial, dari sudut kriteria :
a. besar kecilnya jumlah anggota,
b. derajat interaksi sosial,
c. kepentingan dn wilayah,
d. berlangsungnya suatu kepentingan,
e. derajat organisasi,
f. kesadaran akan jenis yang sama, hubungan sosial dan tujuan.
g. tipe-tipe umum yang terdapat dalam kelompok sosial yaitu ; 
- kategori statistic ; pengelompokan atas dasar cirri tertentu yang sama, seperti kelompok umur.
- kategori sosial ; kelompok individu yang sadar akan cirri-ciri yang dimiliki bersama. Misalnya Ikatan  Dokter Indonesia.
- kelompok sosial seperti misalnya keluarga batih.
- kelompok tidak teratur ; yakni berkumpulnya orang-orang di satu tempat pada waktu yang sama, karena pusat perhatian yang sama. Misalnya, sekumpulan orang yang sedang anti karcis kereta api.
- organisasi formal ; setiap kelompok yang sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu, dan telah ditentukan lebih dahulu. Contohnya, birokrasi.
2. Kelompok Sosial Dipandang dari Sudut Individu
Seorang warga masyarakat yang asih bersahaja susunannya, secara relative menjadi anggota pula dari kelompok kecil lain secara terbatas. Kelompok sosial yang dimaksud biasanya atas dasar kekerbatan, usia, seks serta atas dasar perbedaan pekerjaan atau kedudukan yang memberikan prestise tertentu sesuai adat istiadat dan lembaga kemasyarakatan. Keanggotaan pada kelompok sosial tidak selalu bersifat sukarela. Akan tetapi, dalam hal lain seperti bidang pekerjaan, rekreasi dan sebagainya, keanggotaannya bersifat sukarela. Suatu ukuran lainnya bagi si individu adalah bahwa dia merasa lebih tertarik pada kelopok-kelompok sosial yang dekat dengan kehidupan seperti keluarga, kerabat, dan rukun tetangga dari pada misalnya dengan suatu perusahaan besar atau Negara
3. In-group dan Out Group
            In-group adalah kelompok sosial, dengan mengidentifikasikan dirinya. Sikap in-group pada umumnya didasarkan pada factor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota kelompok.Out-group adalah kelompok sosial yang oleh individu diartikan sebagai lawan in-groupnya. Sikap out-group selalu ditandai dengan suatu kelainan yang berwujud antagonisme atau antipati. Perasaan in-group dan out-group atau perasaan dalam serta luar kelompok dapat merupakan dasar suatu sikap etnosentisme. In-group dan out-group dapat dijumpai di semua masyarakat, walaupun kepentingannyatidak selalu sama.
4. Kelompok Primer dan Kelompok Skunder
            Kelompok primer/face to face adalah kelompok sosial yang paling sederhana, dimana anggotanya saling mengenal, dimana ada kerja sama yang erat. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang terdiri dari banyak orang, antara siapa hubungannya tidak perlu berdasarkan pengenalan secara pribadi dan sifatnya juga tidak begitu erat.
5. Paguyuban (Gemeinschaft) dan Patembayanan (Gesellschaft)
            Paguyuban adalah bentuk kehidupan bersama di mana anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta bersifat kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang memang telah dikodratkan, ini bisa dijumpai di dalam keluarga, kelompok kekerabat, rukun tetangga dan lain sebagainya. Cirri pokok dari paguyuban adalah (1) intimate ; hubungan menyeluruh yang mesra. (2) private ; hubungan bersifat pribadi untuk beberapa orang saja. (3) exclusive ; hubungn tersebut hanyalah untuk “kita” saja dan tidak untuk orang lain di luar “kita”. Tipe paguyuban ada 3, yaitu paguyupan karena ikatan darah, paguyuban karena tempat/wilayah yang sama dan paguyuban karena jiwa-pikiran yang sama.
            Patembayan merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu yang pendek, bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka serta strukturnya bersifat mekanis, biasanya terdapat di dalam hubungan perjanjian yang berdasarkan ikatan timbale-balik seperti ikatan pedagang, organisasi yang luas atau industry, dll.
6.      Formal Group dan Informal Group
Formal group adalah kelompok yang mempunyai peraturan tegas dan sengaja diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antara sesamanya. Sedangkan informl group tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu atau yang pasti. Kelompok ini biasanya terbentuk karena pertemuan yang berulangkali, yang menjadi dasar bertemunya kepentingan dan pengalaman yang sama.
7.      Membership group dan Reference Group
Membership group merupakan suatu kelompok di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut. Sedangkan reference group adalah kelompok sosial yang menjadi acuan  bagi seseorang untuk membentuk pribadi dan perilakunya. Antara ke dua nya ini agak sulit untuk dipisahkan. Misalnya seorang anggota politik yang kebetulan menjadi anggota DPR, DPR merupakan membership group baginya akan tetapi jiwa dan jalan pikirannya tetap terikat pada reference groupnya yaitu partainya. Ada dua tipe umum reference group yaitu ; (1) tipe normative yang menemukan dasar-dasar bagi kepribadian seseorang dan (2) tipe perbandingan yang merupakan pegangan bagi individu di dalam menilai kepribadinnya.
8.      Kelompok Okupasional dan Volunter
Kelompok okupasional merupakan kelompok yang terdiri dari orang-orang yang melakukan pekerjaan sejenis, misalnya muncul kelompok seprofesi. Sedangkan kelompok volonter merupakan mencakup orang-orang yang mempunyai kepentingan sama, namun tidak mendapatkan perhatian masyarakat yang semakin luas daya jangkauannya tadi. Dengan demikian, maka kelompok volonter akan dapat memenuhi kepentingan anggotanya secara individu, tanpa mengganggu kepentingan masyarakat secara umum. Kelompok volonter itu mungkin dilandaskan pada kepentingan primer mencakup kebutuhan akan sandang, pangan dan papan, kebutuhan akan keselamatan jiwa dan harta benda, kebutuhan akan harga diri, kebutuhan untuk dapat mengembangkan potensi diri, dan kebutuhan akan kasih sayang. Kebutuhan sekunder misalnya adalah kebutuhan akan rekreasi.
KELOMPOK-KELOMPOK SOSIAL YANG TIDAK TERATUR
1. Kerumunan (Crowd)
Kerumunan (Crowd) adalah individu-individu yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat dan juga pada waktu yang bersamaan. Bentuk-bentuk kerumunan :
1. Kerumunan yang berartikulasi dengan struktur sosisal :
a. khalayak penonton atau pendengar yang formal (formal audiences).
b. kelompok ekspresif yang telah direncanakan.
2. Kerumunan yang bersifat sementara (Casual crouwds)
a. kumpulan yang kurang menyenangkan. Seperti orang yang menunggu bis dan antri karcis.
b. kerumunan orang-orang yang sedang dalam keadaan panik, yaitu orang yang bersama sama menyelamatkan diri dari bahaya.
c. kerumunan penonton.
3. kerumunan yang berlawanan dengan norma-norma hukum ( lawless crowds)
a. kerumunan yang bertindak emosional
b. kerumunan yang bersifat inmoral seperti orang-orang mabuk.
2.  Publik
Publik merupakan kelompok yang tidak merupakan kesatuan. Interksi terjadi secara tidak langsung melalui alat/media komunikasi






DAFTAR PUSTAKA
septha49.wordpress.com/2008/06/27/kelompok-kelompok-sosial-dan  
Sukanto, S. Pengantar Sosiologi (edisi terbaru). Jakarta: Rajawali Press, 1982.
diunduh pada tanggal 29-03-2010 pukul 15:47 wib
http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_163.htmlagustus1990.blogspot.com/2010/04/kelompok-kelompok-sosial.html




TUGAS PSIKOLOGI SOSIAL TENTANG : KEADAAN SOSIAL KELOMPOK SOSIAL


TUGAS PSIKOLOGI SOSIAL

TENTANG :
KEADAAN SOSIAL KELOMPOK SOSIAL


OLEH :
Arif Rohman
NIRM : 04.5.11.0003






LOGOSTPP transparan.png
 




PROGRAM STUDI PENYULUHAN PERKEBUNAN
JURUSAN PENYULUHAN PERTANIAN
SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN BOGOR
2012












KELOMPOK-KELOMPOK SOSIAL
Pengertian Manusia Sebagai Makhluk yang Hidup Berkelompok.
Sudah kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk berkelompok. Sebagai makhluk sosial dalam hubungannya manusia selalu hidup bersama dengan manusia yang lainnya. Tanpa bantuan dengan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain juga, manusia bisa berkomunikasi dan berbicara. Maka oleh karena itu manusia dikatakan sebagai Makhluk sosial atau makhluk yang hidup berkelompok, karena pada diri manusia terdapat dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi).
Macam-macam Kelompok Sosial.
Menurut Robert Bierstedt, kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt kemudian membagi kelompok menjadi empat macam:
  • Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan.
  • Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompok yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.
  • Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terukat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok pertemuan, kerabat.
  • Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal. Contoh: Negara, sekolah.
Kelompok-kelompok Sosial yang Tidak Teratur
  1. Kerumunan (crowd) → terjadi karena banyaknya berbagai macam aktivitas manusia yang dapat menimbulkan daya tarik suatu massa yang selanjutnya berkumpul pada suatu tempat tertentu.
Contoh:
        · Kecelakaan lalu lintas, nonton bioskop.
        · Walaupun mereka berkumpul di suatu tempat secara kebetulan, tetapi kesadaran adanya orang lain membuktikan adanya ikatan sosial.
       · Ciri-ciri kerumunan : berkumpulnya individu-induvidu secara fisik dan bersifat sementara.
  1. Publik → khalayak umum atau khalayak ramai.
       · Publik bukan kelompok yang utuh atau merupakan kesatuan.
       · Interaksi dilakukan secara tidak langsung, yaitu melalui media komunikasi. Contoh : surat  kabar.
       · Setiap individu lenih mengutamakan kepentingan pribadinya.

Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial, memiliki naluri untuk hidup dengan orang lain. Naluri manusia untuk selalu hidup dengan orang lain disebut gregariousness sehingga manusia disebut juga social animal (=hewan sosial). Karena sejak dilahirkan manusia sudah mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok, yaitu :
a. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya (yaitu masyarakat)
b. Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya.
II. Macam-Macam Kelompok Sosial
Macam-macam kelompok sosial dapat dibedakan menjadi 3 kelompok besar yaitu
a. Berdasarkan kesatuan-kesatuan wilayah
Kelompok sosial berdasarkan kesatuan wilayah mempunyai kriteria utama bahkan masing-masing mempunyai kepentingan yang sama dan bertempat tinggal pada suatu wilayah tertentu. Kelompok sosial yang bersifat umurn adalah masyarakat dan yang bersifat khusus adalah suku, bangsa, daerah, kota, desa, rukun tetangga.
b. kesatuan-kesatuan berdasarkan kepentingan sama tanpa organisasi yang tetap
Kelompok-kelompok sosial berdasarkan atas kepentingan yang sama, tetapi tanpa organisasi yang tetap. Kriteria utarna (1) adalah adanya sikap yang sama di antara anggota-anggota kelompok dan (2) organisasi sosial tidak tetap. Kelompok sosial ini dibedakan menjadi tiga tipe yaitu:
a) Kelas dengan tipe yang bersifat khusus yaitu kasta, elite, kelas dasar persaingan, kelas atas dasar kerja sarna. Di samping mempunyai kriteria utama tersebut di atas mempunyai kriteria tambahan yaitu (1) adanya kernampuan untuk pindah dari satu kelompok ke kelompok lain dan (2) ada perbedaan dalam kedudukan prestise, kesempatan dan tingkat ekonomi.
b) Kelompok etnis dan ras dengan tipe khusus kelompok-kelompok atas dasar perbedaan warna kulit, kelompok-kelompok emigran dan kelompok nasional. Kriteria tambahan untuk type khusus ini adalah daerah asal kelompok, golongan, luas wilayah tempat tinggal dan ciri-ciri badaniah seperti rambut, kulit, mata dan seagamanya.
c) Kelompok sosial kerumusan dengan tipe khusus kerurnusan dengan kepentingan yang sarna dan kepentingan urn urn. Kriteria tambahan khusus adalah kepentingan-kepentingan dari para anggota bersifat sernentara dan sifat kelompoknya juga sementara.
c. Kesatuan-kesatuan atas dasar kepentingan yang sama dengan organisasi yang tetap Kelompok-kelompok sosial berdasarkan kesatuan-kesatuan atas dasar kepentingan yang sama dengan organisasi yang tetap. Kelompok sosial ini disebut juga kelpmpok sosial asosiasi (association). Kriteria utama kelompok sosial asosiasi adalah adanya kepentingan-kepentingan terbatas dari kelompok sosial ini dan organisasi sosialnya tertentu.
Kelompok sosial asosiasi ini dibagi dua kelompok asosiasi yang besar dan kelompok asosiasi yang kecil. Kelompok pertama sebagai kelompok sosial asosiasi besar mempunyai kriteria tambahan sebagai berikut
a) jumlah anggota secara relatif terbatas,
b) mempunyai organisasi formal,
c) mempunyai hubungan-hubungan penting yang tidak pribadi,
d) ada jenis kepentingan yang dikejar.
Tipe khusus dari kelompok sosial asosiasi ini adalah negara, gereja, perkumpulan atas dasar ekonomi, persatuan buruh dan sebagainya.
Kedua kelompok sosial asosiasi yang kecil dalam tipe umum kelompok utama atau (primary group) . Kelompok sosial ini mempunyai ciri khusus, yaitu :
a) jumlah anggotanya terbatas,
b) organisasi formal,
c) menganggap penting hubungan-hubungan yang tidak pribadi,
d) ada jenis kepentingan yang dikejar.
Tipe-tipe khusus kelompok sosial ini adalah keluarga, kelompok bermain, klik, (clique), club (perkumpulan pemuda) dan sebagainya.
III. Kelompok-Kelompok Sosial Yang Tidak Teratur
Bermacam-macam kelompok sosial yang tidak teratur, dapat dimasukkan ke dalam dua golongan besar yaitu :
a. Kerumunan (crowd)
Adalah individu-individu yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat, pada waktu yang bersamaan.
Bentuk-bentuk kerumunan, yaitu sebagai berikut :
a) Kerumunan yang berartikulasi dengan struktur sosial
1) Formal audiences (pendengar yang formal)
Kerumunan-kerumunan yang mempunyai pusat perhatian dan persamaan tujuan, tetapi sifatnya pasif. Contoh : penonton film, orang-orang yang menghadiri khotbah keagamaan.
2) Planned expenssive group (kelompok ekspensif yang telah direncanakan)
Kerumunan yang pusat perhatiannya tak begitu penting, tetapi mempunyai persamaan tujuan yang tersimpul dalam aktivitas kerumunan tersebut serta kepuasan yang dihasilkannya. Contoh : orang yang berpesta, berdansa, dan sebagainya.
b) Kerumunan bersifat sementara
1) Inconvenient aggregations (kumpulan yang kurang menyenangkan)
Contoh : orang-orang yang antri karcis, orang-orang yang menunggu bis, dsb. Dalam kerumunan itu kehadiran orang-orang lain merupakan halangan terhadap tercapainya maksud seseorang.
2) Panic crowds (kumpulan orang-orang yang sedang dalam keadaan panik)
Orang-orang yang bersama-sama berusaha menyelamatkan diri dari suatu bahaya.
3) Spectator crowds (kerumunan penonton)
Terjadi karena ingin melihat suatu kejadian tertentu. Kerumunan semacam ini hampir sama dengan khalayak penonton, tetapi bedanya adalah bahwa kerumunan penonton tidak direncanakan, sedangkan kegiatan-kegiatan juga pada umumnya tak terkendalikan.
c) Kerumunan yang berlawanan dengan norma-norma hokum (lawless crowds)
1) Acting mobs (kerumunan yang bertindak emosional)
Bertujuan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan menggunakan kekuatan fisik yang brlawanan dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
2) Immoral crowds (kerumunan yang bersifat immoral)
Hampir sama dengan kelompok ekspresif. Bedanya adalah kerumunan yang bersifat immoral bertentangan dengan norma-norma masyarakat. Contoh : orang-orang mabuk.
b. Publik
Berbeda dengan kerumunan, publik lebih merupakan kelompok yang tidak merupakan kesatuan. Interaksi terjadi secara tidak langsung melalui alat-alat komunikasi seperti misalnya pembicaraan pribadi yang berantai, desas-desus, surat kabar, radio, televisi, film, dsb. Setiap aksi publik diprakarsai oleh keinginan individual(mis.pemungutan suara dalam pemilihan umum), dan ternyata individu-individu dalam suatu publik masih mempunyai kesadaran akan kedudukan sosial yang sesungguhnya dan juga masih lebih mementingkan kepentingan-kepentingan pribadi daripada mereka yang tergabung dalam kerumunan. Dengan demikian, tingkah laku pribadi kelakuakn publik didasarkan pada tingkah laku atau perilaku individu.
IV. Masyarakat Desa Dan Masyarakat Kota
Community adalah masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah (geografis) dengan batas-batas tertentu, dimana faktor utama yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar diantara anggota, dibandingkan dengan interaksi dengan penduduk di luar batas wilayahnya.
Empat criteria untuk klasifikasi masyarakat, yaitu :
a. Jumlah penduduk
b. Luas, kekayaan, dan kepadatan penduduk daerah pedalaman
c. Fungsi-fungsi khusus dari masyarakat setempat terhadap seluruh masyarakat
d. Organisasi masyarakat setempat yang bersangkutan.
Perbedaan masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan
Masyarakat Pedesaan
Masyarakat Perkotaan
Warga memiliki hubungan yang lebih erat
Jumlsh prnduduknya tidak tentu
Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar kekeluargaan
Bersifat indifidualistis
Umumnya hidup dari pertanian
Pekerjaan lebih bervariasi, lebih tegas batasannya dan lebih sulit mencari pekerjaan
Golongan orang tua memegang peranan penting
Perubahan sosial terjadi secara tepat, menimbulkan konflik antara golongan muda dengan golongan orang tua
Dari sudut pemerintahan, hubungan antara penguasa dan rakyat bersifat informal
Interaksi lebih disebabkan faktor kepentingan daripada faktor pribadi
Perhatian masyarakat lebih pada keperluan utama kehidupan
Perhatian lebih pada penggunaan kebutuhan hidup yang dikaitkan dengan masalah prestise
Kehidupan keagamaan lebih kental
Kehidupan keagamaan lebih longgar
Banyak berurbanisasi ke kota karena ada faktor yang menarik dari kota.
Banyak migran yang berasal dari daerah dn berakibat negatif di kota, yaitu pengangguran, naiknya kriminalitas, persoalan rumah dan lain-lain.
TIPE-TIPE KELOMPOK SOSIAL
1. Klasifikasi Tipe-tipe Kelompok Sosial, dari sudut kriteria :
a. besar kecilnya jumlah anggota,
b. derajat interaksi sosial,
c. kepentingan dn wilayah,
d. berlangsungnya suatu kepentingan,
e. derajat organisasi,
f. kesadaran akan jenis yang sama, hubungan sosial dan tujuan.
g. tipe-tipe umum yang terdapat dalam kelompok sosial yaitu ; 
- kategori statistic ; pengelompokan atas dasar cirri tertentu yang sama, seperti kelompok umur.
- kategori sosial ; kelompok individu yang sadar akan cirri-ciri yang dimiliki bersama. Misalnya Ikatan  Dokter Indonesia.
- kelompok sosial seperti misalnya keluarga batih.
- kelompok tidak teratur ; yakni berkumpulnya orang-orang di satu tempat pada waktu yang sama, karena pusat perhatian yang sama. Misalnya, sekumpulan orang yang sedang anti karcis kereta api.
- organisasi formal ; setiap kelompok yang sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu, dan telah ditentukan lebih dahulu. Contohnya, birokrasi.
2. Kelompok Sosial Dipandang dari Sudut Individu
Seorang warga masyarakat yang asih bersahaja susunannya, secara relative menjadi anggota pula dari kelompok kecil lain secara terbatas. Kelompok sosial yang dimaksud biasanya atas dasar kekerbatan, usia, seks serta atas dasar perbedaan pekerjaan atau kedudukan yang memberikan prestise tertentu sesuai adat istiadat dan lembaga kemasyarakatan. Keanggotaan pada kelompok sosial tidak selalu bersifat sukarela. Akan tetapi, dalam hal lain seperti bidang pekerjaan, rekreasi dan sebagainya, keanggotaannya bersifat sukarela. Suatu ukuran lainnya bagi si individu adalah bahwa dia merasa lebih tertarik pada kelopok-kelompok sosial yang dekat dengan kehidupan seperti keluarga, kerabat, dan rukun tetangga dari pada misalnya dengan suatu perusahaan besar atau Negara
3. In-group dan Out Group
            In-group adalah kelompok sosial, dengan mengidentifikasikan dirinya. Sikap in-group pada umumnya didasarkan pada factor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota kelompok.Out-group adalah kelompok sosial yang oleh individu diartikan sebagai lawan in-groupnya. Sikap out-group selalu ditandai dengan suatu kelainan yang berwujud antagonisme atau antipati. Perasaan in-group dan out-group atau perasaan dalam serta luar kelompok dapat merupakan dasar suatu sikap etnosentisme. In-group dan out-group dapat dijumpai di semua masyarakat, walaupun kepentingannyatidak selalu sama.
4. Kelompok Primer dan Kelompok Skunder
            Kelompok primer/face to face adalah kelompok sosial yang paling sederhana, dimana anggotanya saling mengenal, dimana ada kerja sama yang erat. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang terdiri dari banyak orang, antara siapa hubungannya tidak perlu berdasarkan pengenalan secara pribadi dan sifatnya juga tidak begitu erat.
5. Paguyuban (Gemeinschaft) dan Patembayanan (Gesellschaft)
            Paguyuban adalah bentuk kehidupan bersama di mana anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta bersifat kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang memang telah dikodratkan, ini bisa dijumpai di dalam keluarga, kelompok kekerabat, rukun tetangga dan lain sebagainya. Cirri pokok dari paguyuban adalah (1) intimate ; hubungan menyeluruh yang mesra. (2) private ; hubungan bersifat pribadi untuk beberapa orang saja. (3) exclusive ; hubungn tersebut hanyalah untuk “kita” saja dan tidak untuk orang lain di luar “kita”. Tipe paguyuban ada 3, yaitu paguyupan karena ikatan darah, paguyuban karena tempat/wilayah yang sama dan paguyuban karena jiwa-pikiran yang sama.
            Patembayan merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu yang pendek, bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka serta strukturnya bersifat mekanis, biasanya terdapat di dalam hubungan perjanjian yang berdasarkan ikatan timbale-balik seperti ikatan pedagang, organisasi yang luas atau industry, dll.
6.      Formal Group dan Informal Group
Formal group adalah kelompok yang mempunyai peraturan tegas dan sengaja diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antara sesamanya. Sedangkan informl group tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu atau yang pasti. Kelompok ini biasanya terbentuk karena pertemuan yang berulangkali, yang menjadi dasar bertemunya kepentingan dan pengalaman yang sama.
7.      Membership group dan Reference Group
Membership group merupakan suatu kelompok di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut. Sedangkan reference group adalah kelompok sosial yang menjadi acuan  bagi seseorang untuk membentuk pribadi dan perilakunya. Antara ke dua nya ini agak sulit untuk dipisahkan. Misalnya seorang anggota politik yang kebetulan menjadi anggota DPR, DPR merupakan membership group baginya akan tetapi jiwa dan jalan pikirannya tetap terikat pada reference groupnya yaitu partainya. Ada dua tipe umum reference group yaitu ; (1) tipe normative yang menemukan dasar-dasar bagi kepribadian seseorang dan (2) tipe perbandingan yang merupakan pegangan bagi individu di dalam menilai kepribadinnya.
8.      Kelompok Okupasional dan Volunter
Kelompok okupasional merupakan kelompok yang terdiri dari orang-orang yang melakukan pekerjaan sejenis, misalnya muncul kelompok seprofesi. Sedangkan kelompok volonter merupakan mencakup orang-orang yang mempunyai kepentingan sama, namun tidak mendapatkan perhatian masyarakat yang semakin luas daya jangkauannya tadi. Dengan demikian, maka kelompok volonter akan dapat memenuhi kepentingan anggotanya secara individu, tanpa mengganggu kepentingan masyarakat secara umum. Kelompok volonter itu mungkin dilandaskan pada kepentingan primer mencakup kebutuhan akan sandang, pangan dan papan, kebutuhan akan keselamatan jiwa dan harta benda, kebutuhan akan harga diri, kebutuhan untuk dapat mengembangkan potensi diri, dan kebutuhan akan kasih sayang. Kebutuhan sekunder misalnya adalah kebutuhan akan rekreasi.
KELOMPOK-KELOMPOK SOSIAL YANG TIDAK TERATUR
1. Kerumunan (Crowd)
Kerumunan (Crowd) adalah individu-individu yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat dan juga pada waktu yang bersamaan. Bentuk-bentuk kerumunan :
1. Kerumunan yang berartikulasi dengan struktur sosisal :
a. khalayak penonton atau pendengar yang formal (formal audiences).
b. kelompok ekspresif yang telah direncanakan.
2. Kerumunan yang bersifat sementara (Casual crouwds)
a. kumpulan yang kurang menyenangkan. Seperti orang yang menunggu bis dan antri karcis.
b. kerumunan orang-orang yang sedang dalam keadaan panik, yaitu orang yang bersama sama menyelamatkan diri dari bahaya.
c. kerumunan penonton.
3. kerumunan yang berlawanan dengan norma-norma hukum ( lawless crowds)
a. kerumunan yang bertindak emosional
b. kerumunan yang bersifat inmoral seperti orang-orang mabuk.
2.  Publik
Publik merupakan kelompok yang tidak merupakan kesatuan. Interksi terjadi secara tidak langsung melalui alat/media komunikasi






DAFTAR PUSTAKA
septha49.wordpress.com/2008/06/27/kelompok-kelompok-sosial-dan  
Sukanto, S. Pengantar Sosiologi (edisi terbaru). Jakarta: Rajawali Press, 1982.
diunduh pada tanggal 29-03-2010 pukul 15:47 wib
http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_163.htmlagustus1990.blogspot.com/2010/04/kelompok-kelompok-sosial.html