TUGAS PSIKOLOGI SOSIAL
TENTANG :
KEADAAN SOSIAL KELOMPOK SOSIAL
OLEH :
Arif Rohman
NIRM : 04.5.11.0003
![]() |
PROGRAM STUDI PENYULUHAN PERKEBUNAN
JURUSAN PENYULUHAN PERTANIAN
SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN
BOGOR
2012
KELOMPOK-KELOMPOK SOSIAL
Pengertian Manusia Sebagai Makhluk yang Hidup Berkelompok.
Sudah kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk
berkelompok. Sebagai makhluk sosial dalam hubungannya manusia selalu hidup
bersama dengan manusia yang lainnya. Tanpa bantuan dengan manusia lainnya,
manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain
juga, manusia bisa berkomunikasi dan berbicara. Maka oleh karena itu manusia
dikatakan sebagai Makhluk sosial atau makhluk yang hidup berkelompok, karena
pada diri manusia terdapat dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan
(interaksi).
Macam-macam Kelompok Sosial.
Menurut Robert
Bierstedt,
kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya
organisasi, hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt
kemudian membagi kelompok menjadi empat macam:
- Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan.
- Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompok yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.
- Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terukat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok pertemuan, kerabat.
- Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal. Contoh: Negara, sekolah.
Kelompok-kelompok Sosial yang Tidak Teratur
- Kerumunan (crowd) → terjadi karena banyaknya berbagai macam aktivitas manusia yang dapat menimbulkan daya tarik suatu massa yang selanjutnya berkumpul pada suatu tempat tertentu.
Contoh:
· Kecelakaan lalu lintas, nonton
bioskop.
· Walaupun mereka berkumpul di suatu
tempat secara kebetulan, tetapi kesadaran adanya orang lain membuktikan
adanya ikatan sosial.
· Ciri-ciri
kerumunan : berkumpulnya individu-induvidu secara fisik dan bersifat sementara.
- Publik → khalayak umum atau khalayak ramai.
· Publik
bukan kelompok yang utuh atau merupakan kesatuan.
· Interaksi
dilakukan secara tidak langsung, yaitu melalui media komunikasi. Contoh : surat
kabar.
· Setiap
individu lenih mengutamakan kepentingan pribadinya.
Manusia pada dasarnya adalah makhluk
sosial, memiliki naluri untuk hidup dengan orang lain. Naluri manusia untuk
selalu hidup dengan orang lain disebut gregariousness sehingga manusia disebut
juga social animal (=hewan sosial). Karena sejak dilahirkan manusia
sudah mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok, yaitu :
a. Keinginan
untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya (yaitu masyarakat)
b. Keinginan
untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya.
II.
Macam-Macam Kelompok Sosial
Macam-macam
kelompok sosial dapat dibedakan menjadi 3 kelompok besar yaitu
a. Berdasarkan
kesatuan-kesatuan wilayah
Kelompok
sosial berdasarkan kesatuan wilayah mempunyai kriteria utama bahkan
masing-masing mempunyai kepentingan yang sama dan bertempat tinggal pada suatu
wilayah tertentu. Kelompok sosial yang bersifat umurn adalah masyarakat dan
yang bersifat khusus adalah suku, bangsa, daerah, kota, desa, rukun tetangga.
b. kesatuan-kesatuan
berdasarkan kepentingan sama tanpa organisasi yang tetap
Kelompok-kelompok
sosial berdasarkan atas kepentingan yang sama, tetapi tanpa organisasi yang
tetap. Kriteria utarna (1) adalah adanya sikap yang sama di antara
anggota-anggota kelompok dan (2) organisasi sosial tidak tetap. Kelompok sosial
ini dibedakan menjadi tiga tipe yaitu:
a) Kelas
dengan tipe yang bersifat khusus yaitu kasta, elite, kelas dasar persaingan,
kelas atas dasar kerja sarna. Di samping mempunyai kriteria utama tersebut di
atas mempunyai kriteria tambahan yaitu (1) adanya kernampuan untuk pindah dari
satu kelompok ke kelompok lain dan (2) ada perbedaan dalam kedudukan prestise,
kesempatan dan tingkat ekonomi.
b) Kelompok
etnis dan ras dengan tipe khusus kelompok-kelompok atas dasar perbedaan warna
kulit, kelompok-kelompok emigran dan kelompok nasional. Kriteria tambahan untuk
type khusus ini adalah daerah asal kelompok, golongan, luas wilayah tempat
tinggal dan ciri-ciri badaniah seperti rambut, kulit, mata dan seagamanya.
c) Kelompok
sosial kerumusan dengan tipe khusus kerurnusan dengan kepentingan yang sarna
dan kepentingan urn urn. Kriteria tambahan khusus adalah
kepentingan-kepentingan dari para anggota bersifat sernentara dan sifat
kelompoknya juga sementara.
c. Kesatuan-kesatuan atas dasar kepentingan yang sama dengan
organisasi yang tetap Kelompok-kelompok sosial berdasarkan kesatuan-kesatuan
atas dasar kepentingan yang sama dengan organisasi yang tetap. Kelompok sosial
ini disebut juga kelpmpok sosial asosiasi (association). Kriteria utama
kelompok sosial asosiasi adalah adanya kepentingan-kepentingan terbatas dari
kelompok sosial ini dan organisasi sosialnya tertentu.
Kelompok
sosial asosiasi ini dibagi dua kelompok asosiasi yang besar dan kelompok
asosiasi yang kecil. Kelompok pertama sebagai kelompok sosial asosiasi besar
mempunyai kriteria tambahan sebagai berikut
a) jumlah anggota secara relatif
terbatas,
b) mempunyai organisasi formal,
c) mempunyai hubungan-hubungan penting
yang tidak pribadi,
d) ada jenis kepentingan yang dikejar.
Tipe khusus dari kelompok sosial asosiasi ini adalah negara,
gereja, perkumpulan atas dasar ekonomi, persatuan buruh dan sebagainya.
Kedua kelompok sosial asosiasi yang kecil dalam tipe umum
kelompok utama atau (primary group) . Kelompok sosial ini mempunyai ciri
khusus, yaitu :
a) jumlah anggotanya terbatas,
b) organisasi formal,
c) menganggap penting hubungan-hubungan
yang tidak pribadi,
d) ada jenis kepentingan yang dikejar.
Tipe-tipe khusus kelompok sosial ini adalah keluarga,
kelompok bermain, klik, (clique), club (perkumpulan pemuda) dan
sebagainya.
III.
Kelompok-Kelompok Sosial Yang Tidak
Teratur
Bermacam-macam kelompok sosial yang tidak teratur, dapat
dimasukkan ke dalam dua golongan besar yaitu :
a. Kerumunan
(crowd)
Adalah
individu-individu yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat, pada waktu
yang bersamaan.
Bentuk-bentuk kerumunan, yaitu
sebagai berikut :
a) Kerumunan yang berartikulasi dengan
struktur sosial
1) Formal audiences (pendengar yang
formal)
Kerumunan-kerumunan yang mempunyai pusat perhatian dan
persamaan tujuan, tetapi sifatnya pasif. Contoh : penonton film, orang-orang
yang menghadiri khotbah keagamaan.
2) Planned expenssive group (kelompok
ekspensif yang telah direncanakan)
Kerumunan yang pusat perhatiannya tak begitu penting, tetapi
mempunyai persamaan tujuan yang tersimpul dalam aktivitas kerumunan tersebut
serta kepuasan yang dihasilkannya. Contoh : orang yang berpesta, berdansa, dan
sebagainya.
b) Kerumunan bersifat sementara
1) Inconvenient aggregations (kumpulan
yang kurang menyenangkan)
Contoh : orang-orang yang antri karcis, orang-orang yang
menunggu bis, dsb. Dalam kerumunan itu kehadiran orang-orang lain merupakan
halangan terhadap tercapainya maksud seseorang.
2) Panic crowds (kumpulan orang-orang
yang sedang dalam keadaan panik)
Orang-orang
yang bersama-sama berusaha menyelamatkan diri dari suatu bahaya.
3) Spectator crowds (kerumunan
penonton)
Terjadi karena ingin melihat suatu kejadian tertentu.
Kerumunan semacam ini hampir sama dengan khalayak penonton, tetapi bedanya
adalah bahwa kerumunan penonton tidak direncanakan, sedangkan kegiatan-kegiatan
juga pada umumnya tak terkendalikan.
c) Kerumunan yang berlawanan dengan
norma-norma hokum (lawless crowds)
1) Acting mobs (kerumunan yang
bertindak emosional)
Bertujuan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan
menggunakan kekuatan fisik yang brlawanan dengan norma-norma yang berlaku dalam
masyarakat.
2) Immoral crowds (kerumunan yang
bersifat immoral)
Hampir sama dengan kelompok ekspresif. Bedanya adalah
kerumunan yang bersifat immoral bertentangan dengan norma-norma masyarakat.
Contoh : orang-orang mabuk.
b. Publik
Berbeda
dengan kerumunan, publik lebih merupakan kelompok yang tidak merupakan
kesatuan. Interaksi terjadi secara tidak langsung melalui alat-alat komunikasi
seperti misalnya pembicaraan pribadi yang berantai, desas-desus, surat kabar,
radio, televisi, film, dsb. Setiap aksi publik diprakarsai oleh keinginan
individual(mis.pemungutan suara dalam pemilihan umum), dan ternyata
individu-individu dalam suatu publik masih mempunyai kesadaran akan kedudukan
sosial yang sesungguhnya dan juga masih lebih mementingkan
kepentingan-kepentingan pribadi daripada mereka yang tergabung dalam kerumunan.
Dengan demikian, tingkah laku pribadi kelakuakn publik didasarkan pada tingkah
laku atau perilaku individu.
IV. Masyarakat
Desa Dan Masyarakat Kota
Community
adalah masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah (geografis) dengan
batas-batas tertentu, dimana faktor utama yang menjadi dasarnya adalah
interaksi yang lebih besar diantara anggota, dibandingkan dengan interaksi
dengan penduduk di luar batas wilayahnya.
Empat criteria untuk klasifikasi masyarakat, yaitu :
Empat criteria untuk klasifikasi masyarakat, yaitu :
a. Jumlah
penduduk
b. Luas,
kekayaan, dan kepadatan penduduk daerah pedalaman
c. Fungsi-fungsi
khusus dari masyarakat setempat terhadap seluruh masyarakat
d. Organisasi
masyarakat setempat yang bersangkutan.
Perbedaan
masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan
|
Masyarakat
Pedesaan
|
Masyarakat
Perkotaan
|
|
Warga
memiliki hubungan yang lebih erat
|
Jumlsh
prnduduknya tidak tentu
|
|
Sistem
kehidupan biasanya berkelompok atas dasar kekeluargaan
|
Bersifat
indifidualistis
|
|
Umumnya
hidup dari pertanian
|
Pekerjaan
lebih bervariasi, lebih tegas batasannya dan lebih sulit mencari pekerjaan
|
|
Golongan
orang tua memegang peranan penting
|
Perubahan
sosial terjadi secara tepat, menimbulkan konflik antara golongan muda dengan
golongan orang tua
|
|
Dari
sudut pemerintahan, hubungan antara penguasa dan rakyat bersifat informal
|
Interaksi
lebih disebabkan faktor kepentingan daripada faktor pribadi
|
|
Perhatian
masyarakat lebih pada keperluan utama kehidupan
|
Perhatian
lebih pada penggunaan kebutuhan hidup yang dikaitkan dengan masalah prestise
|
|
Kehidupan
keagamaan lebih kental
|
Kehidupan
keagamaan lebih longgar
|
|
Banyak
berurbanisasi ke kota karena ada faktor yang menarik dari kota.
|
Banyak
migran yang berasal dari daerah dn berakibat negatif di kota, yaitu
pengangguran, naiknya kriminalitas, persoalan rumah dan lain-lain.
|
TIPE-TIPE KELOMPOK SOSIAL
1. Klasifikasi Tipe-tipe Kelompok
Sosial, dari sudut kriteria :
a. besar kecilnya jumlah anggota,
b. derajat interaksi sosial,
c. kepentingan dn wilayah,
d. berlangsungnya suatu kepentingan,
e. derajat organisasi,
f. kesadaran akan jenis yang sama,
hubungan sosial dan tujuan.
g. tipe-tipe umum yang terdapat
dalam kelompok sosial yaitu ;
- kategori statistic ; pengelompokan
atas dasar cirri tertentu yang sama, seperti kelompok umur.
- kategori sosial ; kelompok
individu yang sadar akan cirri-ciri yang dimiliki bersama. Misalnya
Ikatan Dokter Indonesia.
- kelompok sosial seperti misalnya
keluarga batih.
- kelompok tidak teratur ; yakni
berkumpulnya orang-orang di satu tempat pada waktu yang sama, karena pusat
perhatian yang sama. Misalnya, sekumpulan orang yang sedang anti karcis kereta
api.
- organisasi formal ; setiap
kelompok yang sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu, dan telah
ditentukan lebih dahulu. Contohnya, birokrasi.
2. Kelompok Sosial Dipandang dari
Sudut Individu
Seorang
warga masyarakat yang asih bersahaja susunannya, secara relative menjadi
anggota pula dari kelompok kecil lain secara terbatas. Kelompok sosial yang
dimaksud biasanya atas dasar kekerbatan, usia, seks serta atas dasar perbedaan
pekerjaan atau kedudukan yang memberikan prestise tertentu sesuai adat istiadat
dan lembaga kemasyarakatan. Keanggotaan pada kelompok sosial tidak selalu
bersifat sukarela. Akan tetapi, dalam hal lain seperti bidang pekerjaan,
rekreasi dan sebagainya, keanggotaannya bersifat sukarela. Suatu ukuran lainnya
bagi si individu adalah bahwa dia merasa lebih tertarik pada kelopok-kelompok
sosial yang dekat dengan kehidupan seperti keluarga, kerabat, dan rukun
tetangga dari pada misalnya dengan suatu perusahaan besar atau Negara
3. In-group dan Out Group
In-group adalah kelompok sosial, dengan mengidentifikasikan dirinya. Sikap
in-group pada umumnya didasarkan pada factor simpati dan selalu mempunyai
perasaan dekat dengan anggota kelompok.Out-group adalah kelompok sosial yang
oleh individu diartikan sebagai lawan in-groupnya. Sikap out-group selalu
ditandai dengan suatu kelainan yang berwujud antagonisme atau antipati. Perasaan
in-group dan out-group atau perasaan dalam serta luar kelompok dapat merupakan
dasar suatu sikap etnosentisme. In-group dan out-group dapat dijumpai di semua
masyarakat, walaupun kepentingannyatidak selalu sama.
4. Kelompok Primer dan Kelompok
Skunder
Kelompok primer/face to face adalah kelompok sosial yang paling sederhana,
dimana anggotanya saling mengenal, dimana ada kerja sama yang erat. Sedangkan
kelompok sekunder adalah kelompok yang terdiri dari banyak orang, antara siapa
hubungannya tidak perlu berdasarkan pengenalan secara pribadi dan sifatnya juga
tidak begitu erat.
5. Paguyuban (Gemeinschaft) dan
Patembayanan (Gesellschaft)
Paguyuban adalah bentuk kehidupan bersama di mana anggotanya diikat oleh
hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta bersifat kekal. Dasar
hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang memang telah
dikodratkan, ini bisa dijumpai di dalam keluarga, kelompok kekerabat, rukun
tetangga dan lain sebagainya. Cirri pokok dari paguyuban adalah (1) intimate ;
hubungan menyeluruh yang mesra. (2) private ; hubungan bersifat pribadi untuk
beberapa orang saja. (3) exclusive ; hubungn tersebut hanyalah untuk “kita”
saja dan tidak untuk orang lain di luar “kita”. Tipe paguyuban ada 3, yaitu
paguyupan karena ikatan darah, paguyuban karena tempat/wilayah yang sama dan
paguyuban karena jiwa-pikiran yang sama.
Patembayan merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu yang
pendek, bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka serta strukturnya
bersifat mekanis, biasanya terdapat di dalam hubungan perjanjian yang
berdasarkan ikatan timbale-balik seperti ikatan pedagang, organisasi yang luas
atau industry, dll.
6. Formal Group dan Informal Group
Formal
group adalah kelompok yang mempunyai peraturan tegas dan sengaja diciptakan
oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antara sesamanya. Sedangkan informl
group tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu atau yang pasti.
Kelompok ini biasanya terbentuk karena pertemuan yang berulangkali, yang
menjadi dasar bertemunya kepentingan dan pengalaman yang sama.
7. Membership group dan Reference Group
Membership
group merupakan suatu kelompok di mana setiap orang secara fisik menjadi
anggota kelompok tersebut. Sedangkan reference group adalah kelompok sosial
yang menjadi acuan bagi seseorang untuk membentuk pribadi dan
perilakunya. Antara ke dua nya ini agak sulit untuk dipisahkan. Misalnya
seorang anggota politik yang kebetulan menjadi anggota DPR, DPR merupakan
membership group baginya akan tetapi jiwa dan jalan pikirannya tetap terikat
pada reference groupnya yaitu partainya. Ada dua tipe umum reference group
yaitu ; (1) tipe normative yang menemukan dasar-dasar bagi kepribadian
seseorang dan (2) tipe perbandingan yang merupakan pegangan bagi individu di
dalam menilai kepribadinnya.
8. Kelompok Okupasional dan Volunter
Kelompok
okupasional merupakan kelompok yang terdiri dari orang-orang yang melakukan
pekerjaan sejenis, misalnya muncul kelompok seprofesi. Sedangkan kelompok
volonter merupakan mencakup orang-orang yang mempunyai kepentingan sama, namun
tidak mendapatkan perhatian masyarakat yang semakin luas daya jangkauannya
tadi. Dengan demikian, maka kelompok volonter akan dapat memenuhi kepentingan
anggotanya secara individu, tanpa mengganggu kepentingan masyarakat secara
umum. Kelompok volonter itu mungkin dilandaskan pada kepentingan primer
mencakup kebutuhan akan sandang, pangan dan papan, kebutuhan akan keselamatan
jiwa dan harta benda, kebutuhan akan harga diri, kebutuhan untuk dapat
mengembangkan potensi diri, dan kebutuhan akan kasih sayang. Kebutuhan sekunder
misalnya adalah kebutuhan akan rekreasi.
KELOMPOK-KELOMPOK SOSIAL YANG TIDAK TERATUR
1. Kerumunan (Crowd)
Kerumunan
(Crowd) adalah individu-individu yang berkumpul secara kebetulan di suatu
tempat dan juga pada waktu yang bersamaan. Bentuk-bentuk kerumunan :
1. Kerumunan yang berartikulasi
dengan struktur sosisal :
a. khalayak penonton atau pendengar
yang formal (formal audiences).
b. kelompok ekspresif yang telah
direncanakan.
2. Kerumunan yang bersifat
sementara (Casual crouwds)
a. kumpulan yang kurang
menyenangkan. Seperti orang yang menunggu bis dan antri karcis.
b. kerumunan orang-orang yang sedang
dalam keadaan panik, yaitu orang yang bersama sama menyelamatkan diri dari
bahaya.
c. kerumunan penonton.
3. kerumunan yang berlawanan
dengan norma-norma hukum ( lawless crowds)
a. kerumunan yang bertindak
emosional
b. kerumunan yang bersifat inmoral
seperti orang-orang mabuk.
2. Publik
Publik merupakan
kelompok yang tidak merupakan kesatuan. Interksi terjadi secara tidak langsung
melalui alat/media komunikasi
DAFTAR PUSTAKA
septha49.wordpress.com/2008/06/27/kelompok-kelompok-sosial-dan
Sukanto, S. Pengantar Sosiologi
(edisi terbaru). Jakarta: Rajawali Press, 1982.
diunduh
pada tanggal 29-03-2010 pukul 15:47 wib
http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_163.htmlagustus1990.blogspot.com/2010/04/kelompok-kelompok-sosial.html

